Ramai orang tertawa tanpa menyedari sang maut sedang mengintainya. Ramai orang yang bersegera datang ke saf solat - kononnya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang, ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.
Ada yang datang sekadar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan bukan sekadar untuk berhenti hanya pada ilmu.
Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.
Tersanjungkah (terasa banggakah) engkau yang hebat berbicara tentang keheningan senyap disaat rintih istighfar, kecupak air wudhu' pada dinginnya malam, lapar perut karena puasa atau kedalaman munajatmu dalam rakaat-rakaat panjang? Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tidak ada apa-apa.
Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan orang-orang berhati jernih bersangka baik, bahawa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.
As-Shiddiq Abu Bakar r.a saja selalu gementar saat dipuji orang! "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka", ucapnya lirih.
Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia melupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan ada yang menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan merasakan amalnya sangat banyak. Ada juga orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal! Malahan, menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan peribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata!
Dimana kau letakkan dirimu? Sewaktu kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan ketakutan. Sesudah pengalaman dan ilmu semakin bertambah, engkaupun berani tampil waima di hadapan sultan tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat maksiat menggodamu dan engkau menikmatinya?. Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa tangga kedewasaan rohani meninggi.
Rasa malu kepada ALLAH, dimanakah kau kuburkan ia? Di luar sana, rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung.
Ini potret negerimu: 228 000 remaja adalah penagih. Daripada 1,500 responden pelajar sekolah menengah, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja bisa berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan tanpa rela!
Mungkin engkau mulai berfikir, "Biasalah.." bila bermain mata dengan aktivis wanita (sama ada engkau lelaki atau sebaliknya), di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat? Atau bergayut dengan menambah waktu yang tak kau perlukan, sekadar melepas kejenuhan dengan canda gurau jarak jauh..Betapa biasanya 'dosa kecil' itu dalam hatimu.
Kemana getarannya yang gelisah dan terluka ketika dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat"? Saat engkau muntah melihat laki-laki (pondan) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustazmu yang mengatakan; jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton acting mereka tidak dilaknat? Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti engkau yang paling islami?
Sesudah itu, tinggallah antara engkau dengan dirimu, tidakkah ALLAH ada disana? Sekarang engkau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau akan dihadang tentangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari berjabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar (control) dan maka jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.
Lupakah engkau, jika tembakanmu ke sasaran meleset 1 milimeter, maka pada permulaan sejauh 300 meter ia belum tersasar walau 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf (penyimpangan) di kalangan awam, sedikit sebanyak karena para elitnya telah salah melangkah terlebih dahulu.
Siapa yang mahu menghormati ummat yang "kiay"nya memberi ratusan ribu kepada seorang perempuan yang beberapa minit sebelum ia setubuhinya di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan mudahnya mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?
Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya bergambar rapat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karana kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua" Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)?
Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini, kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama? Apa bezanya seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rakan perempuan dalam pergerakan da'wahnya? Akankah kau impikan penghormatan masyarakat awam karena statusmu, lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir? Bila demikian itu,... sekeji apakah kamu ini?
Pernahkah kamu lihat sepasang ibu dan bapa dengan anak remaja mereka. Perhatilah langkah mereka di pasaraya sana. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyaknya membeli produk makanan ringan, semata-mata karena selera "westernnya".
Engkau akan menjadi faqih pendebat yang hebat saat engkau teguk minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku". Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah kamu punya harga diri.
Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai pakaian tenunan bangsa sendiri atau terompah tempatan yang tak berjenama. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.
Kini, datang "pemimpin" ummat, ingin mengangkat harga diri dan penghormatan ummat dengan mempamerkan kereta dan rumah mewah, "kedai emas berjalan", juga segudang perhiasan. Saat fatwa dihebahkan, telinga ummat telah tuli oleh dentuman berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. "Engkau adalah penyanyi bayaranku yang kukumpulkan dengan susah payah. Bila aku bosan, aku bisa memanggil penyanyi lain yang kicau merdunya lebih memenuhi seleraku" .
*****************************************
Tulisan asal: Almarhum KH Rahmat Abdullah (Hero Filem Sang Murobbi)
(Alih Bahasa daripada Bahasa Indonesia) .
www.iluvislam.com
Almarhum KH Rahmat Abdullah
Oleh:adila_erizal
editOr: mawaryangtinggi
Jumaat, 10 April 2009
Kematian Hati
Khamis, 2 April 2009
Mengeluh Lagi ?

Kita selalu bertanya dan Quran sudah menjawabnya:
Kita bertanya : Kenapa aku diuji ?
Quran menjawab:
“Apakah manusia itu dibiarkan saja mengatakan , “Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji ? dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta ." (Surah al- Ankabut, ayat 2-3)
Kita bertanya : Kenapa aku tidak dapat apa yang aku idam-idamkan ?
Quran menjawab,
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatau, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Surah al-Baqarah, ayat 216)
Kita bertanya : Kenapa ujian seberat ini ?
Quran menjawab,
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(Surah al-Baqarah, ayat 286)
Kita bertanya : Kenapa mesti frust ?
Quran menjawab,
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati,padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman."
(Surah al-Imran, ayat 139)
Kita bertanya : Bagaimana harus aku menghadapinya ?
Quran menjawab,
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang, dan sesungguhnya sembahyang itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (Surah al-Baqarah ayat 45)
Kita bertanya : Kepada siapa aku berharap?
Quran menjawab.
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya.Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” (Surah at-Taubah, ayat 129)
Kita bertanya: Apa yang aku dapat dari semua ujian ini?
Quran menjawab,
“Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.” (Surah at-Taubah, ayat 111)
Kita berkata : Aku tak tahan!!!
Quran menjawab,
“. .dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah.Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” (Surah Yusuf, ayat 87)
Kita berkata: Sampai bila aku merana begini ?
Quran menjawab,
“Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Surah al-Insyirah, ayat 5-6)
Sudah.. Jangan mengeluh.. Jom baca Quran..
www.iluvislam.com
al_fadyl
Editor:afdhal87
Ahad, 29 Mac 2009
Wasiat ke-10, uruskan masa dan ringkaskan tugas

"Kewajipan kita adalah lebih banyak daripada waktu yang kita ada, oleh itu bantulah saudaramu tentang cara-cara bagaimana hendak menggunakan masa dengan berfaedah dan jika saudara mempunyai tugas sendiri, maka ringkaskanlah pelaksanaannya," demikian wasiat Hasan al-Banna yang terakhir.
Kepada setiap pendakwah atau seorang Islam yang sejati, masanya sangat penting. Mereka harus waspada selalu dengan penggunaan masa. Masa yang tidak digunakan dengan teliti akan menyebabkan kita akan menyesal tanpa kesudahan.
Ini kerana, masa yang sudah terlepas itu tidak boleh diganti lagi. Pepatah Melayu ada menyatakan, patah tumbuh hilang berganti. Tetapi, bidalan itu merujuk kepada seseorang pemimpin yang telah mati atau barang hilang yang mungkin boleh ditemukan semula atau sesuatu yang hilang dan boleh digantikan semula.
Yang tak boleh digantikan semula ialah waktu, saat, detik, dan masa. Oleh kerana masa ini sangat penting, maka setiap bangsa punya peraturan, falsafah dan pepatah yang lengkap tentang kepenggunaan waktu. Antara bangsa Asia, kita selalu mendengar bahawa bangsa Jepun menghargai waktu.
Bagaimanapun mereka maju di dunia kerana falsafah penggunaan masa itu hanya sekadar untuk memenuhi keperluan di dunia. Sedangkan, Islam menyeru umatnya agar mengguna masanya guna memenuhi keperluan di dunia dan kebutuhan di akhirat.
Pepatah Melayu menyebutkan bahawa masa itu emas. Malah emas, perak dan intan berlian sekali pun belum dapat menandingi harga emas. Kalau emas itu hilang, maka emas itu boleh dicari semula atau pun diganti dengan wang, tanah atau apa-apa pun yang ada harganya. Itulah kayu ukur yang menandakan masa itu sangat berharga.
Iaitu, jika masa telah berlalu, maka tiada suatu kuasa apa pun yang dapat menggantikannya atau mengembalikannya. Tapi, jika emas hilang, nescaya ada seribu satu jalan, kuasa yang dapat berikhtiar menggantikannya.
Waktu tidak boleh dicipta, malah alam ini tercipta oleh peredaran waktu. Tuhan menyebut bahawa alam ini tercipta dalam enam masa. Masa cuma boleh dinamakan, dipenggal, dipecahkan, dipotong sebagai hari, minggu bulan serta dinamakan Ahad, Isnin dan sebagainya. Jika ada keperluan untuk amalan rohani gelap, maka ia dinamakan Keliwon mengikut lidah Jawa.
Masa itu tidak boleh direkabentuk seperti benda-benda yang boleh dipegang. Setiap yang boleh dipegang boleh dipatahkan dengan benda lain. Pokok yang dipatahkan rantingnya boleh tumbuh semula. Kerana itu, manusia boleh berkata, yang patah itu boleh tumbuh dan yang hilang boleh berganti. Ini kerana, patah dan tumbuh itu sifat benda dan bukan sifat masa.
Malah, masa itu boleh mengancam manusia. Saidina Ali berkata, "Masa itu umpama pedang. jika kamu tidak 'memenggalnya', nescaya ia akan 'memenggal' lehermu."
Sebenarnya yang menyebabkan masa itu berharga ialah disebabkan adanya kerja, tugas, amanah yang perlu disiapkan semasa waktu itu sedang berjalan.
Jika bukan kerana itu, maka masa itu tidak berharga. Misalnya, dengan peredaran masa, pokok perlu membesar dan ia dijual dengan masa tertentu. Sebab itulah masa untuk menunggu pokok itu membesar amat berharga.
Dalam hal ini masa disalahgunakan dalam perniagaan yang melibatkan riba. Sekiranya kita tidak dapat melunaskan hutang dalam tempoh waktu tertentu, maka bunga (riba) akan naik. Demikianlah masa disalahgunakan dalam 'industri' riba.
Maka Hasan al-Banna telah memulakan wasiatnya dengan menggunakan ungkapan 'kewajipan kita' yang bermaksud usaha dakwah kepada umat ini. Kewajipan usaha dakwah ini ada pertalian yang amat erat dengan penggunaan waktu.
Masa makin singkat dan suntuk!
Tetapi jumlah usaha dakwah itu terlalu banyak jika dibandingkan dengan jumlah peruntukan waktu yang kita ada. Di dalam peruntukan 24 jam sehari semalam, kita mungkin memerlukan 48 bentuk dan 72 jenis dakwah. Dalam kata lain, kita mungkin perlukan 2 atau 3 kali ganda program dakwah atau lebih daripada itu dalam tempoh 24 jam.
Itu maksud Hasan al-Banna; jumlah usaha dakwah perlu digembeling dalam jumlah waktu yang sungguh singkat. Masa seperti semakin pendek apabila terlalu banyak urusan dakwah yang perlu dibereskan.
Daripada Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah s.a.w bersabda, "Tidak akan terjadi kiamat sehingga masa menjadi singkat, maka setahun dirasakan seperti sebulan dan sebulan dirasakan seperti seminggu dan seminggu dirasakan seperti sehari dan sehari dirasakan seperti satu jam dan satu jam dirasakan seperti satu percikan api." (Hadis riwayat at-Tirmizi)
Hasan al-Banna, ketika menyusun wasiatnya, beliau mungkin terkesan dengan sabda Rasulullah s.a.w ini. Bilangan manusia yang ingin melakukan perubahan ke arah kebaikan dan islah sangat kurang berbanding manusia jahat yang memperuntuk masa dan hartanya ke arah kemusnahan dunia dan tamadun ini.
Oleh itu bayangkanlah bagaimana keadaannya ketika kerja dakwah makin banyak menimbun ini terpikul atas bahu segelintir pendakwah sahaja yang inginkan kedamaian, kesejahteraan, kebaikan dan ketenangan di dunia dan akhirat.
Bantu manusia menguruskan waktunya
Barangkali.. lantaran terkesan dengan semua inilah, maka Hassan al Banna memulakan usaha dakwah di kedai-kedai makanan dan kedai-kedai kopi dan bukannya di masjid. Beliau benar-benar mahukan insan berpeleseran tanpa tujuan ini akhirnya akan faham matlamat hidupnya.
Apabila manusia itu mula faham akan falsafah dan matlamat hidup, maka akan wujud manusia yang akan menggunakan masanya dengan betul, baik dan sempurna.
Manusia yang telah mula dibangunkan kesedarannya ini akan tertanya-tanya pula tentang bagaimana seharusnya mereka mahu memanfaatkan waktunya di dunia ini sementara menunggu waktu di akhirat kelak.
Maka.. di sini Al-Banna menyarankan pendakwah agar membantu mereka yang telah terbuka hatinya untuk memahami bagaimana mereka perlu memanfaatkan waktunya untuk beribadah sementara menunggu waktu dihisab di akhirat kelak.
"Oleh itu bantulah saudaramu tentang cara-cara bagaimana hendak menggunakan masa dengan berfaedah dan kalau saudara mempunyai tugas sendiri, maka ringkaskanlah pelaksanaannya," demikian pesan al-Banna lagi.
Orang yang telah dilembutkan hatinya dan dilunakkan jiwanya sentiasa tertanya-tanya mengenai apakah amalan yang harus dilakukan guna mencapai redha ilahi. Soalan semacam ini kerap hinggap di ranting pertanyaan sahabat dan baginda selalu hadir bagi menjawab setiap pertanyaan tersebut.
Ghairahnya para sahabat dalam beramal sehingga mereka kerap bertanya, apakah amalan yang paling baik dan bermacam pula jawapan baginda tergantung kepada keadaan rohani para sahabat itu.
Jika dilihatnya sahabat itu menderhakai ibu bapanya maka baginda bersabda, berbuat baiklah kepada ibu bapa. Jika dilihatnya penyoal itu seorang yang panas baran, maka dia menasihatkan orang itu supaya tidak marah-marah.
Mereka yang mula lunak kepada agama tidak tahu atau terlupa tentang cara-cara menggunakan masa sebagai yang disaran di dalam al-Quran. Mungkin kerana keterbatasan dalam bahasa Arab, mereka tidak faham mesej dalam surah Al-Muzzammil.
[1] Hai orang yang berselimut! [2] Bangunlah sembahyang Tahajjud pada waktu malam, kecuali dari sedikit masa (yang tak dapat tidak untuk berehat), [3] Iaitu separuh dari waktu malam, atau kurangkan sedikit dari separuh itu, [4] Atau pun lebihkan (sedikit) daripadanya; dan bacalah Al-Quran dengan "Tartil."
[5] (Sayugialah engkau dan pengikut-pengikutmu membiasakan diri masing-masing dengan ibadat yang berat kepada hawa nafsu, kerana) sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu wahyu (Al-Quran yang mengandungi perintah-perintah) yang berat (kepada orang-orang yang tidak bersedia menyempurnakannya).
[6] Sebenarnya sembahyang dan ibadat malam lebih kuat kesannya (kepada jiwa), dan lebih tetap betul bacaannya. [7] (Kami galakkan engkau dan umatmu beribadat pada waktu malam), kerana sesungguhnya engkau pada siang hari mempunyai urusan-urusan yang panjang kira bicaranya.
Orang yang didakwah atau mereka yang baru dinyalakan pencerahan rohani dalam dirinya, selalu hidup pelbagai ragam persoalan dalam hatinya dan menyalalah pula pelbagai rencam pertanyaan yang berwarna-warni dalam dirinya berhubung langkah-langkah awal menuju ke arah kesempurnaan hidupnya sebagai manusia terbaik.
Jadi, bagaimana mereka harus bermula? Jika ada amalan permulaan, maka apakah amalan permulaan itu?
"Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah "Sembahyang Tahajjud" padanya sebagai sembahyang tambahan bagimu, semoga Tuhanmu membangkitkan dan menempatkanmu pada akhirat di tempat terpuji." (Al-Isra': 79)
Adakah insan yang baru merangkak, baru melabuhkan pencarian untuk mendakap pencerahan jiwa serta akal fikirannya dapat menyelami hasrat Tuhan sebagai yang terkandung ayat-ayat al-Qur'an di atas? Mereka perlukan masa untuk dibimbing serta masa perlukan pembimbing yang sabar, teguh hati, kuat pendirian, bijaksana, berhemah tinggi yang kental spiritual.
Ringkaskan amalan untuk membantu saudara lain
Sebab itulah Al-Banna menyarankan anggota Ikhwan Muslimin atau para pendakwah meringkaskan sahaja urusan mereka untuk membantu saudara mereka yang mahu dibangkitkan kesedaran dalam jiwanya.
Bagi Al-Banna, amalan peribadi yang bertujuan menolong keperluan peribadi di akhirat, hanya bermanfaat untuk keperluan mereka sahaja. Sedangkan, usaha mengirim ilmu ke dalam dada manusia yang kosong tanpa dihuni hikmah pengetahuan sangat berguna kepada kedua-dua pihak, sama ada pihak pendakwah dan pihak yang didakwah.
Petunjuk agama menyatakan bahawa, jika ada seseorang beramal dengan sebab ajaran kita, maka pahala dengan sebab amalan itu turut mengalir ke dalam 'akaun pahala' kita kelak.
Sebab itu, pendakwah perlu meringkaskan dan menyedikitkan ruang untuk keperluan amalan peribadi supaya lebih banyak ruang dapat dimanfaatkan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran ke atas manusia lain yang dahagakan pengetahuan daripada mereka.
Mereka yang berkhalwat, beruzlah, dan bersuluk tanpa berusaha keras menggerakkan nurani manusia untuk mendapat imbuhan pencerahan rohani daripada Tuhan, tidak termasuk dalam jenis manusia pencerahan.
Al-Banna, Badiuzzaman Said Nursi, dan lain-lainnya adalah ulamak sufi dan bersuluk di 'gua pertapaan' lalu keluar ke lapangan dalam usaha memerangi amalan khurafat dalam pemerintahan manusia mustakbirin sekali gus menyinari mendung awan hitam yang membalut kegelapan hati manusia mustadh'afin.
Fahri Abdullah al-Masri
Selasa, 24 Mac 2009
MENIPU & DITIPU
Sama ada kita kaki menipu atau selalu ditipu, kedua-duanya tidak baik untuk manusia yang mempunyai harga diri. Dua perkataan yang bunyinya nyata lebih kurang sama. Apa yang jelas, kedua-duanya mempunyai makna yang tersendiri. Menipu bermaksud, mengenakan tipu daya. Manakala ditipu pula ialah, diperdaya oleh orang lain.Kenapa harus menipu? Atau kenapa harus diberi peluang kepada orang lain untuk membenarkan mereka menipu diri kita?
"Kak Tipah Tertipu, Sudah dikecek, dikecong pula"
Peribahasa di atas bermaksud, kena tipu lebih dari sekali.Amat malang bagi manusia yang tidak menjadikan kesilapan masa lalu sebagai panduan pada masa mendatang. Lebih malang apabila menyalahkan takdir di atas kesilapan diri sendiri akibat ditipu oleh orang lain. Menyalahkan takdir seperti juga menyalahkan Allah. Takdir itu tidak akan berlaku sekiranya, kita mengambil iktibar di atas perkara lepas.
John Santayana pernah berkata,
“Celakalah manusia yang mengulangi kesilapan yang pernah sejarah ceritakan.”
Kenyataan John Santayana ini sebenarnya telah disuarakan sendiri oleh Nabi Muhammad saw pada 1500 tahun lalu.Kata baginda,
“Orang yang beriman tidak akan kena sengat dua kali dalam satu lubang" (Sahih Muslim).
Apakah segnifikannya hadith di atas terhadap diri manusia? Hadith tersebut mengajar manusia bahawa kehidupan seseorang muslim yang mukmin, seharusnya terhindar dari melakukan kesilapan yang sama lebih dari sekali.Kerana ia melambangkan kebodohan dan kecuaian. Sedangkan Islam membawa panji kebijaksanaan dan keberhatian yang membawa kepada kebaikan kepada semua makhluk.
“Orang yang bijak itu nampak lebih besar walaupun umurnya masih muda, Manakala orang yang jahil itu nampak kecil walaupun umurnya sudah tua.”
Ayat di atas bukanlah hadith atau dalil-dalil yang dapat menghujahkan hukum.Ia cumalah sebuah ungkapan syair yang saya petik dari ribuan syair berbahasa Arab. Syair ini menggambarkan bahawa kebijaksaan itu tidak datang pada yang tua atau muda. Ia bergantung kepada manusia itu sendiri. Sama ada mahu menjadi Bijak atau Jahil.Beruntunglah mereka yang bijak dan mukmin, kerana mereka tidak akan menipu dan tertipu.
“Siakap senohong, Gelama ikan Duri, Bercakap bohong, lama-lama mencuri.”
Bohong atau menipu adalah dua perkataan yang sama maknanya. Orang-orang Melayu dahulu, sangat kreatif dalam membina peribahasa.Ungkapannya indah, halus bunyinya dan mendalam isinya.Bohong atau menipu, membawa impak besar kepada diri yang menipu dan juga orang sekelilingnya. Kerana menipu bukan sahaja membawa impak negatif diri penipu, tetapi kadangkala memberi kesan kepada masyarakat. Menipu dalam apa jua, adalah sesuatu yang dilarang oleh Islam. Sehinggakan Rasulullah menegaskan bahawa menipu untuk sekadar bergurau juga tidak dibenarkan dalam Islam. Sepertimana yang dikatakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadith,
“Celakalah orang yang berbicara, padahal dia menipu, untuk sekadar membuat orang-orang tertawa, celakalah dia, kemudian celakalah dia." (Hadith ini Sahih dalam Bulughul Maram oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqolani)
Moga kita tidak termasuk dikalangan orang yang menipu dan tertipu.Kerana orang yang bergantung harap kepada Allah, dan sentiasa berusaha untuk menjadi Muslim yang mukmin, pasti tidak akan menipu atau tertipu.Kepada Allah segalanya dikembalikan.
www.iluvislam.com
Al Johori
Khamis, 19 Mac 2009
Perjalanan Suci

Dengan nama Allah yang maha Pengasih maha Penyayang,
Segala puji bagi Allah S.W.T yang mana telah mencipta bumi dan langit, bumi itu pula berlapis, dan langit itu betingkat walaupun kita tidak dapat lihat dengan mata kasar. Begitu juga dengan manusia yang hidupnya itu akan melalui alam-alam, yang bermula dengan penciptaan datuk moyang kita Nabi Adam A.s hingga ke alam barzakh sebelum kita ke alam yang abadi iaitu kekal di Syurga.
Berapa alam yang manusia akan lalui sebenarnya?
Alam yang pertama
1. Alam yang kita lalui di sulbi ayah.
2. Kemudian berpindah ke dalam Rahim ibu.
“Dan ketika Tuhan kamu menjadikan keturunanAdam dari punggungnya, dan Tuhan mengambil kesaksian dari mereka dengan berkata: Bukankah Aku ini Tuhan kamu? Mereka berkata: Bahkan! Kami menjadi saksi, bahwa kamu nanti di Hari Kiamat tiada dapat mengatakan, bahwa kami ini lalai dari perkara itu”
Surah Al-A’raaf ayat 172
Jelaslah di ayat ini, yang mana Allah S.W.T telah menyatakan kisah Hari Mitsaaq (hari perjanjian) yang mana kita – zuriat Nabi Adam A.s- telah pun berjanji untuk mengakui keesaan dan ketuhanan Allah S.W.T
Alam yang manusia akan telah pun lalui di alam yang mana masanya sejak Allah Ta’ala mencipta Adam A.s dan membekalkan zuriat di tulang punggungnya yang penuh keberkatan.
Alam yang kedua:
Alam yang kita menjalani hidup di dunia.
Ibnul jawzi telah membahagikan peringkat-peringkat umur itu kepada lima kategori:
1. Masa kanak-kanak: iaitu dari peringkat umur bayi hingga seseorang itu mencapai umur lima belas tahun.
2. Masa muda: iaitu dari peringkat umur lima belas tahun (15), hingga umur tiga puluh lima tahun (35).
3. Masa dewasa: iaitu dari peringkat umur 35 tahun, hingga 50 tahun.
4. Masa tua: iaitu dari peringkat umur 50 tahun hingga umur 70tahun.
5. Masa tua Bangka, iaitu dari peringkat umur 70 tahun hinggalah ke akhir umur yang dikurniakan Tuhan.
Mengapakah para Ulama telah membahagikan umur-umur manusia hingga sedemikan peringkat? Apa yang kita sebagai manusia -lebih lebih lagi umat Islam- dapat mempelajari dari pembahagian ini?
Kerana di alam yang kedua inilah -alam yang tidak kekal- alam yang manusia diminta untuk beramal dan diuji, amalan kita di ambil kira –dihisab- oleh itu, maka elok kita mengenal pasti peringkat mana yang harus kita mula mendidik dan beramal anak-anak kita. Bukan kah Nabi Muhammad S.A.W telah memesan umat Islam:
“Kedua kaki anak Adam itu akan tetapberdiri di hadapan Tuhannya pada Hari Kiamat, sehingga selesai ditanya tentang empat perkara”
1. Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan.
2. Tentang mas mudanya, untuk apa dipergunakan.
3. Tentang hartanya, dari mana diperolehi dan untuk apa dibelanjakan.
4. Tentang ilmunya, apa yang sudah dibuat dengannya.
Alam yang ketiga
Di alam Barzakh, ketika kita di kubur.
Bermulanya dari masa manusia keluar dari dunia ini dengan menempuhi mati hinggalah ia dibangkitkan dari kubur.
Siksaan kubur
Siksaan Kubur adalah HAK iaitu benar, sepertimana Rasulullah s.a.w pernah berpesan. Dan beliau telah mengkhabar pada umatnya, “Kebanyakan siksa kubur disebabkan tiada memlihara diri dari kencing.”
Nabi juga berpesan supaya kita memohon pada Allah Ta’ala supaya dihindarkan dari siksaan kubur.
Alam yang Allah S.W.T telah nyatakan dalam firmannya:
“Dan di hadapan mereka terdapat Barzakh, hinggalah ke hari mereka dibangkitkan.” (Al-Mu’minun: 100)
Di alam ini, walau jasad musnah – kecuali para wali-wali Allah S.W.T- ditelan bumi dek zaman, tetapi roh manusia itu kekal di alam Barzakh. Di alam yang mana manusia lalui antara alam Dunia dan alam Akhirat di masa antara dua tiupan.
Alam yang keempat:
Di padang Mahsyar
Bermulanya daripada kebangkitan manusia dari kuburnya untuk menerima pengadilan Tuhan, sehinggalah kepada masuknya ahli syurga ke syurga, dan masuknya ahli neraka ke dalam neraka.
“ Dan ditiupkanlah pada sangkakala, maka mereka pun bangun dari kubur masing-masing, lalu dating kepada Tuhan mereka dengan berbondong-bondong.”
(Yasin: 51)
Mizan (Amalan ditimbang)
Di alam ini, umat manusia akan melalui saat genting, mereka akan menuju ke padang Mahsyar supaya amalan mereka dihitung oleh Allah S.W.T, bahkan amalan mereka akan di timbang, sebagaimana firman Allah Taa’la:
“ Dan neraca pada hari itu tepat, maka barangsiapa yang berat timbangannya (kebaikan), niscayalah mereka itu menjadi orang-orangyang beruntung. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, niscayalah mereka itu adalah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka tiada mempercayai keterangan-keterangan Kami.” (Al-A’raf:8-9)
Di titian Shirath
Setelah itu manusia akan melalui Shirath (jembatan), yang mana ianya dipasang di atas muka jahannam, seperti diriwayatkan, Shirath itu lebih tajam dari pedang dan lebih halus dari rambut, tatkala itu manusia akan melaluinya menurut kadar amalan masing-masing.
a. Ada yang umpama kilat ketika melintasi titian Shirath. Ada yang umpama angin. Ada yang seperti burung atau kuda.
b. Begitu juga ada yang merangkak dan ada yang dijilat api, dan yang ada terjerumus ke gaung nereka.
Di telaga Nabi Muhammad S.a.w (Haudh)
Setelah terlepas dari titian Shirath, tatkala itu umat manusia yang beriman akan menghampiri Haudh (telaga) Rasulullah S.a.w dan sekali teguk saja segala haus dan dahaga akan hilang. –Supaya Allah mengurniakan pada kita seteguk dari cawan Rasulullah S.a.w- Air dari Haudh itu lebih putih dari susu, lebih manis dari madu.
Pesanan Rasulullah S.a.w
“Siapa yang melepaskan dari seorang Muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan daripadanya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan Hari Kiamat. Siapa yang menutup rahsia (keburukan) seorang Muslim, niscaya Allah akan menutup rahsianya di dunia dan akhirat.”
Dan marilah kita hayati kata mutiara dari Rasulullah S.a.w sebagai pedoman untuk kita tempuhi alam yang keempat ini, dan kita mengharapkan Syafaat dari Baginda S.a.w disaat itu sepertimana kita mengharapkan Syafaat serta Wasilah Beliau setiap kali kita membaca Doa azan, “Wahai Tuhanku yang memumpunyai seruan yang sempurna ini dan sembahyang yang akan didirikan ini, berikanlah dengan limpahan kurniaMu kepada Muhammad Wasilah(kedudukan yang paling tinggi dalam syurga) dan keutamaan serta limpahkanlah kepadanya Maqam yang terpuji yang Engkau telah janjikanbaginya.”
Alam yang Kelima:
Di negeri Abadi (Syurga dan Neraka)
Di alam ini, adalah masa kemasukan ahli neraka dan kemasukan ahli syurga ke syuga buat selama-lamanya yang tiada hujung dan penghabisannya.
Bukankah Nabi Muhammad S.a.w diutuskan untuk membawa rahmat untuk alam-alam, namun begitu ada yang telah mengingkari risalah yang di-utuskan oleh Allah S.w.t. Maka balasan buat oleh yang telah mendustakan Nabi dan tidak beriman, maka balasan mereka seperti tertera dalam Al-Quran:
“ Maka Aku memperingatkan kamu akan api yang bernyala. Tiada masuk ke dalamnya melainkan orang yang jahat. Yang mendustakan (kebenaran) dan yang membelakangkan.” (Al-Lail:14-16)
Telah Allah ciptakan neraka itu dengan mempunyai tujuh pintu. Sebagaiman yang tersebut di dalam Al-Quran:
“Neraka itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu daripadanya ada bahagian yang sudah ditentukan.
Nama-nama pintu dan tingkat neraka:
1. Jahannam 2. Saqar 3.Lazha 4.Huthamah 5. Sa’iir
6.Jahim 7. Hawiyah
Semua lapisan neraka yang tujuh itu telah diasak dengan berbagai-bagai penyiksaan yang berat, hukuman yang dahsyat serta penghinaan yang terkeji. – Kami memohon Allah Ta’ala, agar Dia melindungi kami sekalian dari siksaan api neraka dan melindungi datuk-nenek kita, kekasih-kekasih kita dan semua kaum Muslimin.
Syurga buat mukmin
Alam syurga yang mana telah dijanjikan buat orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Bukankah Allah S.w.t telah mengkhabarkan kepada kita : “ Dan pimpinlah orang-orang yang bertaqwa (memenuhi kewajiban) ke dalam syurga berbondong-bondong, sehingga apabila mereka mendatanginya, dibukakan pintu-pintunya, dan penjaga-penjaganya berkata: Selamat sejahtera untuk kamu! Kamu telah melakukan yang baik, maka masuklah kamu ke dalamnya buat selama-lamanya.” (Az-Zumar:73)
Syurga yang mana Nabi Muhammad S.a.w penah bersabda: “ Berfirman Allah Ta’ala: Aku sediakan untuk hamba-hambaKu yang saleh sesuatu yang tiada pernah:
a.dilihat oleh mata.
b. didengar oleh telinga
c. tiada telintas di hati sesiapa pun.
Nikmat-nikmat di syurga:
Bayangkan, segala nikmat yang berlaku didunia ini, tiada bandingannya di Syurga, yang penuh dengan nikmat-nikmat yang hebat diantaranya:
1. Mereka ahli syurga: bersandar di atas permaidani yang sebelah dalamnya diperbuat dari sutera.
2. Ada gadis-gadis sopan –santun, belum pernah disinggung oleh manusia dan jin, dan mereka itu bagaikan permata delima dan mutiara.
3. di syurga An-Naim: ada sofa yang bertatahkan emas dan batu permata.
4. Mereka tiada merasa pening kepala atau mabuk.
5. Bidadari-bidadari yang bemata bulat jelita.
6. Tiada matahari yang berhawa panas dan bulan yang berhawa dingin.
7. Air mata Salsabil.
8. Mereka memakai pakaian dari sutera halus.
Nikmat yang besar selepas masuk ke syurga:
Melihat Allah S.w.t
Syurga-syurga yang sediakan ini, ada lapan pintu, dan ianya berbeza dari satu yang lain dan antara satu darjat dengan darjat yang lain sama seperti antara langit dan bumi.Darjat yang paling tinggi ialah Syurga FIRDAUS yang mana diatas nya terletak Arasy Allah S.w.t dan orang-orang beriman tatkala itu dilimpahi berbilang-bilang nikmat, sehingga ditanya pada mereka: Apakah ada sesuatu yang lain yang kamu mahukan Aku tambahkan? Mereka menjawab:
a. bukankah Engkau telah memasukkan kami syurga
b. dan menyelamatkan kami dari api neraka?
Kemudian Hijab pun terangkat. Maka pada ketika itu, tiada sesuatu yang diberikan kepada kamu lebih utama daripada nikmat melihat kepadaWajah Tuhan Azzawajalla.
Disediakan oleh Muhammad Dzarif Abdul Wahab
Petikan dari buku: Peringatan Tentang Umur Insan oleh Imam Habib Abdullah Haddad
Terjemahan: Syed Ahmad Semait
Rabu, 18 Mac 2009
Cara-cara Mengkhusyukkan Solat
Dipetik daripada buku ‘Hidup Bertaqwa’ yang ditulis oleh Al-Ustaz Hj. Ismail Kamus. Marilah kita sama-sama renungkan dan amalkan semoga solat kita diterima olehNya, Insyaallah. Mudah-mudahan solat kita tidak menjadi kain buruk yang dilemparkan ke muka kita akibat tidak khusyuk.
1. Sentiasa melaksanakan solat secara berjemaah.
2. Menjaga makan minum terjamin halalnya.
3. Memperbanyakkan sedekah kepada fakir miskin.
4. Jangan bersolat dengan menangguh untuk membuang air besar atau air kecil dan perkemaskan segala urusan supaya tidak timbul kebimbangan dalam solat.
5. Mengambil wudhu’ dengan sempurna supaya air mengenai semua anggota yang wajib serta mengingati niat atau doa apakala air melalui di tiap-tiap anggota.
6. Memakai pakaian yang bersih dan suci.
7. Tempat sujud dipastikan tiada gambar yang mengganggu fikiran.
8. Mengingati mati dan kemungkinan itu merupakan solat yang terakhir sekali dalam hidup.
9. Menyedari bahawa ia sedang berhadapan dengan Allah yang Maha Agung dan Maha Mengetahui segala rahsia hambaNya.
10. Memenuhkan dada dengan perasaan takut dan rendah diri terhadap Allah yang melihat segala gerak geri kita.
11. Memahami segala bacaan dalam solat termasuk ayat-ayat Quran dan segala zikir.
12. Sebelum mengangkat takbir, membaca surah An-Nas, salawat ke atas Nabi S.A.W., Istighfar dan apa-apa bacaan untuk menjauhkan gangguan syaitan.
13. Memandang ke tempat sujud dan tidak terlalu banyak menggerakkan anggota dan berpaling semasa dalam solat.
14. Memusatkan seluruh ingatan kepada solat.
15. Memanjangkan sedikit tempoh semasa ruku’ dan sujud.
16. Memastikan tidak ada gangguan di dalam kawasan kita bersolat.
17. Jangan memandang ke kiri dan ke kanan.
ASAL USUL SOLAT
SUBUH:
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Subuh ialah Nabi Adam a.s., iaitu
tatkala baginda keluar dari syurga lalu dihantar ke bumi. Perkara pertama
yang dilihatnya ialah kegelapan dan baginda berasa takut yang amat sangat.
Apabila fajar Subuh telah keluar Nabi Adam a.s. pun bersembahyang dua
rakaat.
Rakaat pertama:- Bersyukur baginda kerana terlepas dari kegelapan malam.
Rakaat kedua:- Bersyukur baginda kerana siang telah menjelma.
ZOHOR:
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Zohor ialah Nabi Ibrahim
a.s.,iaitu tatkala Allah s.w.t. telah memerintahkan padanya agar menyembelih
anaknya Nabi Ismail a.s. Sedang seruan itu datangnya pada waktu tergelincir
matahari, lalu sujudlah Nabi Ibrahim empat rakaat.
Rakaat pertama:- Bersyukur bagi penebusan.
Rakaat kedua:- Bersyukur kerana dibukakan dukacitanya dan juga anaknya.
Rakaat ketiga:- Bersyukur dan bermohon akan keredhaan Allah.
Rakaat keempat:- Bersyukur kerana korbannya digantikan dengan tebusan kibas.
ASAR:
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Asar ialah Nabi Yunus a.s.,tatkala
baginda dikeluarkan oleh Allah dari perut ikan nun. Ikan nun telah
memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai sedang ketika itu telah masuk waktu
Asar. Maka bersyukurlah Nabi Yunus lalu bersembahyang empat rakaat kerana
baginda telah diselamatkan oleh Allah daripada 4 kegelapan iaitu:
Rakaat pertama:- Kelam dengan kesalahan.
Rakaat kedua:- Kelam dengan air laut.
Rakaat ketiga:- Kelam dengan malam.
Rakaat keempat:- Kelam dengan perut ikan Nun.
MAGHRIB:
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Maghrib ialah Nabi Isa
a.s.,tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah dari kejahilan dan kebodohan
kaumnya, sedang waktu itu telah terbenamnya matahari. Bersyukurlah Nabi Isa
lalu bersembahyang tiga rakaat kerana diselamatkan dari kejahilan tersebut,
iaitu:
Rakaat pertama:- Untuk menafikan ketuhanan selain daripada Allah yang Maha
Esa.
Rakaat kedua:- Untuk menafikan tuduhan dan juga tohmahan ke atas ibunya Siti
Mariam yang telah dituduh melakukan perbuatan sumbang.
Rakaat ketiga:- Untuk meyakinkan kaumnya bahawa Tuhan itu hanya satu iaitu
Allah jua, tiada dua atau tiga.
ISYAK:
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Isyak ialah Nabi Musa a.s. Pada
ketika itu Nabi Musa telah tersesat mencari jalan keluar dari negeri Madyan,
sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita. Allah lalu
menghilangkan semua perasaan dukacitanya itu pada waktu Isyak yang
akhir.Lalu sembahyanglah Nabi Musa empat rakaat sebagai tanda bersyukur.
Rakaat pertama:- Dukacita terhadap isterinya.
Rakaat kedua:- Dukacita terhadap saudaranya Nabi Harun.
Rakaat ketiga:- Dukacita terhadap Firaun.
Rakaat keempat:- Dukacita terhadap anak Firaun.
Terbitkan makna dalam kita mengerjakan solat
semoga dengan memahami bacaan
akan membuat kita lebih khusuk dalam solat.
Allah Maha Besar
(Takbiratulihram)
Doa Iftitah
Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah dengan banyaknya.
Maha suci Allah sepanjang pagi dan petang.
Aku hadapkan wajahku bagi Tuhan yang mencipta langit dan bumi,
dengan suasana lurus dan berserah diri dan aku bukan dari golongan orang
musyrik.
Sesungguhnya solatku,
Ibadatku,
hidupku,
matiku
adalah untuk Allah Tuhan sekelian alam.
Tidak ada sekutu bagiNya dan kepadaku diperintahkan untuk tidak
menyekutukan bagiNya dan aku dari golongan orang Islam.
Al-Fatihah
Dengan nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Mengasihani.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Yang maha pemurah lagi maha mengasihani.
Yang menguasai hari pembalasan.
Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami mohon
pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
Iaitu jalan orang-orang yang Engkau kurniakan nikmat kepada mereka, bukan
jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan jalan mereka yang sesat.
Bacaan ketika rukuk
Maha Suci TuhanKu Yang Maha Mulia dan dengan segala puji-pujiannya.
Bacaan ketika bangun dari rukuk
A l lah mendengar pujian orang yang memujinya.
Bacaan ketika iktidal
Wahai Tuhan kami, bagi Engkaulah segala pujian.
Bacaan ketika sujud
Maha suci TuhanKu yang Maha Tinggi dan dengan segala puji-pujiannya.
Bacaan ketika duduk di antara dua sujud
Ya Allah, ampunilah daku,
Rahmatilah daku,
kayakan daku,
angkatlah darjatku,
rezekikan daku,
berilah aku hidayah,
sihatkanlah daku dan
maafkanlah akan daku.
Bacaan ketika Tahiyat Awal
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah.
Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta
keberkatannya.
Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh.
Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi
bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.
Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad.
Bacaan ketika Tahiyat Akhir
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah.
Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya.
Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh.
Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi
bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.
Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya.
Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim.
Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati
ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini.
Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.
Doa Qunut
Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau
tunjuki.
Sejahterakanlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau sejahterakan.
Pimpinlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin.
Berkatilah hendaknya untukku apa-pa yang telah Engkau berikan padaku.
Jauhkanlah aku daripada segala kejahatan yang telah Engkau tetapkan.
Sesungguhnya hanya Engkau sahajalah yang menetapkan, dan tidak sesiapapun
yang berkuasa menetapkan sesuatu selain daripada Engkau.
Sesungguhnya tidak terhina orang yang memperolehi pimpinanMu.
Dan tidak mulia orang-orang yang Engkau musuhi.
Telah memberi berkat Engkau, ya Tuhan kami dan maha tinggi Engkau.
Hanya untuk Engkau sahajalah segala macam puji terhadap apa-apa yang telah
Engkau tetapkan.
Dan aku minta ampun dan bertaubat kepada Engkau.
Dan Allah rahmatilah Muhammad, Nabi yang ummi dan sejahtera keatas
keluarganya dan sahabat-sahabatnya.
"Wahai Tuhan, aku tak layak ke syurgaMu ...namun tak pula aku sanggup
ke NerakaMu.... kami lah hamba yang mengharap belas darimu ."ya Allah
jadikan lah kami hamba2 Mu yang bertaqwa..ampunkan dosa2 kami .kedua
ibubapa kami .dosa semua umat2 Islam yang masih hidup mahupun yang telah
meninggal
dunia"
AKAN KU SAMPAI KAN WALAU SEBARIS AYAT
Assalamualaikum wbt...Salam Sejahtera

